Pendahuluan
Apakah Anda masih merasakan bahwa kefasihan bahasa Inggris Anda masih kurang sekali? Pernahkah Anda merasa seharusnya bisa berbicara lebih lancar, bahwa ada sesuatu yang masih hilang dalam kemampuan berbahasa Anda?
Kisah ini sering kali berulang. Anda sudah belajar banyak, memahami tata bahasa, mengikuti semua instruksi yang diberikan, bahkan mungkin pernah tinggal di negara berbahasa Inggris. Namun, setelah semua kerja keras dan pengorbanan, Anda masih merasa belum sefaseh yang seharusnya.
Kenyataannya, Anda masih memiliki aksen yang cukup kental. Kelancaran berbicara masih menjadi tantangan. Memahami penutur asli pun tidak selalu mudah. Bahkan ketika Anda menggunakan tata bahasa yang sempurna, terkadang lawan bicara tetap tidak memahami apa yang Anda katakan.
Tetapi apakah Anda harus pasrah? Banyak yang percaya bahwa sebagai pelajar bahasa yang sudah dewasa, kita tidak bisa berharap terlalu banyak. Konon, mengurangi aksen dalam bahasa asing hampir mustahil, jadi untuk apa mencoba?
SALAH!
Ada Cara yang Lebih Baik
Saya memahami perasaan ini karena saya juga mengalaminya. Saya mengalami hal yang sama dalam proses belajar bahasa Spanyol dan Portugis. Sebagai pengajar, saya juga membantu siswa saya mengatasi hambatan serupa.
Namun, saya ingin memberi tahu Anda bahwa ada cara yang lebih baik. Jika Anda bersedia membuka pikiran dan mengubah cara berpikir tentang pembelajaran bahasa, menerapkan kebiasaan harian tertentu, dan yang terpenting, tetap konsisten, maka peningkatan kefasihan Anda akan terlihat dalam waktu yang relatif singkat.
Bagi Anda yang juga seorang pengajar bahasa Inggris, Anda bisa mendapatkan manfaat ganda: selain meningkatkan persepsi dan pengucapan Anda sendiri, Anda juga bisa belajar cara mengajarkannya dengan lebih efektif. Artikel ini akan membahas tiga pilar utama dalam pelatihan pengucapan yang sukses serta memberikan beberapa sumber daya penting untuk membantu Anda berkembang lebih jauh.
Tiga Pilar Utama dalam Meningkatkan Pengucapan
Ritme & Tekanan Kata: Keindahan musikalitas dalam cara penutur asli berbicara.
Sound Morphing: Bagaimana penutur asli menyambung dan menghilangkan suara dalam kata-kata mereka.
Musik, Imitasi & Meniru: Cara terbaik untuk meningkatkan aksen dengan meniru penutur asli.
Namun sebelum itu, saya ingin mengajak Anda untuk menyaksikan contoh luar biasa tentang pembelajaran bahasa yang inovatif. Dalam sebuah video, seorang poliglot asal Amerika, Idahosa Ness, menunjukkan kemampuannya dalam melakukan rap dalam delapan bahasa sekaligus, sambil memperkenalkan metode unik bernama Mimic Method untuk mengurangi aksen dan meningkatkan kefasihan secara signifikan.
Koneksi Kuat Antara Kefasihan dan Pelafalan
Bagi kebanyakan pelajar tingkat menengah dan lanjutan (termasuk para pengajar), pelatihan pengurangan aksen yang efektif bisa jadi merupakan cara paling ampuh, langsung, dan cepat untuk meningkatkan kefasihan berbicara. Bahkan, semakin banyak penelitian akademis yang menunjukkan hasil luar biasa dari metode ini.
Salah satu contohnya adalah studi terbaru dari Northern Arizona University yang menemukan bahwa hanya dalam 6 minggu pelatihan pelafalan (dengan durasi hanya 2 jam per minggu), peserta mengalami peningkatan 48% dalam keterpahaman (kemampuan untuk dipahami oleh orang lain). Sebagai perbandingan, kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan justru mengalami penurunan keterpahaman sebesar 3% berdasarkan evaluasi dari penutur asli.
Ini tentu hanya salah satu penelitian, tetapi ada banyak studi lain yang menunjukkan hasil serupa. Selain itu, jika Anda mulai memperhatikan bagaimana para pembelajar bahasa yang sukses berbicara dan mencoba bereksperimen dengan pengucapan Anda sendiri, Anda akan mulai melihat polanya.
Sebagai tambahan, berikut adalah video menarik dari pakar pelatihan aksen, Paddy Kennedy, yang menjelaskan lebih dalam tentang hal ini.
Tiga Pilar Utama dalam Meningkatkan Pengucapan
Ritme, Tekanan Kata, dan Intonasi (Musikalitas)
"Jika musik adalah suara, dan suara adalah bahasa, itu berarti bahasa adalah musik." Idahosa Ness, Mimic Method
Musikalitas dalam bahasa Inggris semakin diakui sebagai elemen kunci oleh guru, pelajar, dan peneliti. Pertanyaannya adalah, bagaimana menemukan kombinasi terbaik untuk melatih aksen secara optimal dan menerapkannya dalam pembelajaran dan pengajaran?
Dalam salah satu video, ahli aksen Paddy Kennedy menyebut bahasa Inggris sebagai bahasa yang memiliki pola irama tertentu. Sementara itu, inovator pengajaran bahasa Inggris seperti Jason R. Levine (Fluency MC) dan Rachel Smith (Rachel’s English) menggambarkan ritme bahasa Inggris sebagai stress-timed, di mana tekanan pada kata-kata tertentu menentukan pola bicara.
Berikut ini adalah pengantar menarik dari Fluency MC yang menjelaskan konsep stres, ritme, dan rima, serta bagaimana semuanya terhubung melalui teknik yang disebut shrinking and linking.
Sound Morphing (Peleburan Suara)
Jika Anda pernah merasa sulit memahami penutur asli, itu mungkin karena mereka sering menyambung dan menghilangkan suara dalam kata-kata mereka. Proses ini dikenal sebagai sound morphing.
Penutur asli tidak mengucapkan setiap kata dengan jelas dan terpisah. Sebaliknya, mereka menghubungkan kata-kata untuk menciptakan aliran yang lebih alami. Misalnya, "Did you" sering kali terdengar seperti "Didja" dalam percakapan sehari-hari.
Memahami dan meniru pola ini akan membantu Anda berbicara lebih alami dan dipahami lebih baik oleh penutur asli.
Musik, Imitasi & Meniru
Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan pengucapan adalah dengan meniru penutur asli secara langsung. Teknik ini sering digunakan oleh aktor, penyanyi, dan poliglot untuk menguasai aksen baru.
Dengan mendengarkan dan meniru ritme serta intonasi penutur asli, Anda tidak hanya meningkatkan pengucapan tetapi juga mempercepat proses berpikir dalam bahasa Inggris. Cobalah mendengarkan lagu, pidato, atau bahkan film dalam bahasa Inggris dan ulangi frasa yang Anda dengar dengan menyesuaikan nada serta ritmenya.
Sebelum melanjutkan, saya ingin mengajak Anda menyaksikan contoh luar biasa tentang pembelajaran bahasa yang inovatif. Dalam sebuah video, seorang poliglot asal Amerika, Idahosa Ness, menunjukkan kemampuannya melakukan rap dalam delapan bahasa sekaligus, sambil memperkenalkan metode unik bernama Mimic Method yang dapat membantu mengurangi aksen dan meningkatkan kefasihan dengan signifikan.
Intinya, jika Anda bisa mengembangkan kesadaran terhadap ritme dan tekanan dalam bahasa Inggris (yang sangat berbeda dari bahasa lain), serta memahami intonasinya, maka Anda akan mulai menangkap pola musikal yang membentuk cara berbicara penutur asli.
Kesadaran ini akan membuka wawasan baru dalam memahami bahasa. Anda akan mulai melihat logika tersembunyi dari sound morphing—bagaimana penutur asli memotong dan menggabungkan kata-kata mereka. Dari sini, Anda bisa membangun dasar yang kuat untuk menirunya melalui musik dan imitasi, yang merupakan cara terbaik untuk memperbaiki aksen dengan meniru penutur asli.
2. Sound Morphing (Shrinking & Linking)
Jika Anda memperhatikan cara penutur asli berbicara, Anda akan menyadari bahwa mereka tidak mengucapkan kata-kata seperti yang diajarkan di buku teks. Beberapa contoh umum adalah: wanna (want to), gonna (going to), gotta/godda (got to), dan lemme (let me).
Selain itu, dalam percakapan, penutur asli sering menghubungkan atau menautkan kata-kata. Misalnya, frasa a lot of biasanya tidak diucapkan secara lengkap, tetapi menjadi a-lah-duh. Begitu pula dengan Did you see her?, yang sering terdengar sebagai Dju-see-er? atau Ju-see-er. Jika Anda mulai memperhatikan, pola seperti ini ada di mana-mana.
Masalah utama yang dihadapi pembelajar bukan karena penutur asli berbicara terlalu cepat.
Sebaliknya, mereka cenderung memangkas kata, menghubungkannya, dan memperpendek bunyi berdasarkan ritme musikal bahasa Inggris. Hasilnya, pengucapan mereka terdengar sangat berbeda dari apa yang diajarkan dalam metode tradisional. Proses ini dikenal sebagai sound morphing.
Beberapa orang keliru menganggap ini sebagai bentuk bahasa gaul atau penyimpangan dari bahasa Inggris yang benar. Padahal, meskipun tidak digunakan dalam penulisan formal, fenomena ini bersifat universal dan terjadi di berbagai dialek bahasa Inggris, baik Amerika maupun Britania, dalam konteks formal maupun informal.
Untuk memahami mengapa sound morphing terjadi, kita perlu memperdalam pemahaman tentang ritme bahasa Inggris yang berbasis stres (stress-timed rhythm) serta intonasinya, seperti yang telah dibahas pada pilar pertama.
Dalam video berikut, pakar pelafalan Rachel Smith menjelaskan mengapa penutur asli melakukan proses ini. Ia menunjukkan bagaimana pola irama berbasis stres dalam bahasa Inggris menciptakan ritme yang menghubungkan kata-kata tanpa tekanan (yang cenderung dipangkas, diubah, atau dilebur) dengan kata-kata bermakna yang memiliki tekanan kuat.
Teknik Dinamis & Sumber Belajar
Belajar Pengucapan Seperti Penutur Asli dengan Serial TV
Banyak pembelajar bahasa Inggris yang fasih mengaku bahwa mereka mengasah keterampilan berbahasa mereka dengan menonton serial TV, salah satunya Friends.
Mengapa demikian?
Serial seperti Friends mencerminkan cara berbicara penutur asli dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dibuktikan oleh berbagai penelitian akademik. Dengan meniru percakapan dari serial ini, pembelajar dapat meningkatkan pengucapan serta pemahaman mereka terhadap bahasa Inggris lisan. Selain itu, metode ini juga memberikan paparan terhadap kosakata praktis dan wawasan budaya.
Meniru Pengucapan Penutur Asli dengan Musik Rap
Salah satu cara yang paling menarik dan efektif untuk mengembangkan keterampilan pengucapan adalah melalui musik rap. Banyak pembelajar bahasa Inggris yang terdengar sangat fasih mengaku bahwa mereka belajar berbicara dengan baik melalui musik rap.
Jika Anda menyukai musik rap atau tertarik untuk mencobanya sebagai metode belajar, pilihlah lagu yang tidak terlalu cepat atau penuh dengan slang. Luangkan waktu sekitar 20 menit setiap hari untuk berlatih. Anda dapat menggunakan perangkat lunak audio gratis seperti Audacity untuk memperlambat lagu di awal, lalu secara bertahap menyesuaikan dengan kecepatan aslinya. Perangkat lunak ini juga memungkinkan Anda merekam suara sendiri dan membandingkannya dengan pengucapan asli dalam lagu.
Fluency MC, seorang rapper sekaligus pendidik terkenal, menciptakan materi pembelajaran berbasis rap melalui kanal YouTube Collolearn. Idahosa Ness juga mengembangkan The Flow of English, sebuah program yang dirancang untuk membantu pembelajar meningkatkan pengucapan mereka menggunakan teknik rap. Jika Anda khawatir dengan lirik yang kurang sesuai, musik rap bertema positif atau "conscious rap" bisa menjadi alternatif yang baik karena tetap mempertahankan manfaat ritmis tanpa konten yang tidak pantas.
Meskipun genre lain seperti pop juga dapat membantu dalam pembelajaran bahasa, musik rap lebih efektif karena memiliki ritme yang paling mendekati bahasa lisan alami.
Penutup
Menguasai pelafalan bahasa Inggris seperti penutur asli bukanlah hal yang mustahil. Dengan memanfaatkan media yang dinamis, seperti menonton serial TV dan berlatih dengan musik rap, pembelajar dapat meningkatkan pemahaman terhadap ritme, intonasi, dan pengucapan yang alami. Pendekatan ini tidak hanya membuat proses belajar lebih menyenangkan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri dalam berbicara. Kunci utama adalah konsistensi dan ketekunan dalam berlatih, serta keberanian untuk meniru dan menyesuaikan diri dengan pola berbicara penutur asli.
0 komentar:
Posting Komentar